Film aksi terbaik: Taken. Seorang ayah, mantan intelijen CIA, telah bercerai dengan istrinya, putrinya diculik saat berlibur ke luar negeri. Waktunya tidak banyak: hanya 96 jam sebelum anaknya dilelang oleh sindikat pelacur kepada para miliarder. Satu-satunya petunjuk yang diapakai untuk mengejar penculik adalah suara putrinya, yang didengarnya lewat handphone, saat sedang ditarik dari kamar.
“Saya tidak mengenal kalian. Jika kau tidak melepaskan putriku, saya pastikan bahwa saya akan menemukanmu. Dan saya pasti membunuhmu….”
Saya sangat suka dengan kalimat itu, suka sekali. Itulah yang diucapkan sang ayah kepada penculik via ponsel putrinya sebelum kemudian telepon tersebut dihancurkan oleh penculik di lantai kamar hotel.
“Saya tidak mengenal siapa kalian. Saya tidak tahu apa yang kalian inginkan. Jika kau menginginkan uang, saya tidak punya uang. Tetapi saya memiliki keterampilan khusus, keahlian yang saya peroleh selama karir pekerjaan. Keahlian yang akan membuat saya menjadi mimpi buruk bagi kalian. Jika kau melepaskan putriku sekarang, maka saya tidak menuntutmu. Tapi jika kau tidak melepaskannya, saya akan mencarimu, saya pasti bisa menemukanmu, dan saya akan membunuhmu.”
Si penculik menjawab dengan sangat singkat, “good luck,” lalu ponsel dihancurkan. Kedua kata inilah, yang direkam sang ayah, menjadi petunjuk untuk menemukan para penculik.
Tonton video cuplikan film aksi terbaik mantan intelijen CIA berjudul Taken
Salah satu film action terbaik ini adalah produki Perancis. Sutradara dan bintang utamanya pun orang Perancis. Diputar pada tahun 2008 di bioskop Perancis dan tahun 2009 di Amerika Serikat. Kalau tidak salah, televisi swasta Indonesia pun sudah pernah menayangkannya tahun lalu.
Si ayah harus bergerak cepat, dan seorang diri. Dia tidak meminta bantuan polisi karena polisi menerima suap dari sindikat pencuri. Sebagai mantan agen intelijen CIA, dia mampu menggunakan kecerdasannya dan instingnya untuk mengaitkan berbagai informasi kecil. Mulai logat bicara penculik, gambar tatto, berbicara sebentar dengan pelacur jalanan, hingga foto wajah informan-penculik yang terpantul pada kaca.
Dia membuktikan bahwa “tidak ada kejahatan yang sempurna.” Satu titik jejak sederhana bisa dikembangkannya untuk mencari, menemukan, lalu membunuh penculik anak tunggalnya itu.
Lihat isi blog yang enak dibaca: Kacamata canggih perekam video
Selain Taken, beberapa film action terbaik bagi saya antara lain:
- The Bourne Identity, The Bourne Supremacy, The Bourne Ultimatum, dan The Bourne Legacy. Keempat film sekuel Bourne ini dibintangi oleh Matt Damon, dan masih bercerita mengenai dunia intelijen. Trik-trik Damon menghadapi para agen yang mengejarnya sangat cerdik dan susah ditebak.
- 300. Film aksi bergenre fantasi sejarah, diangkat dari buku komik, penuh dengan pertumpahan darah dan adegan-adegan sadis. Sangat tidak cocok ditonton anak-anak. Sebanyak 300 orang prajurit pilihan bangsa Sparta bertempur memakai pedang dan tombak melawan puluhan ribu prajurit Persia, dan mereka menang, walau pada akhirnya bisa ditaklukkan karena seorang pengkhianat.
- Apocalypto. Film aksi terbaik yang dilakonkan oleh seorang suku asli Amerika pada setting abad ke-16. Dia dikejar oleh puluhan musuh yang ingin membunuhnya. Kejar-mengejar terjadi di tengah hutan. Satu persatu dia bunuh, dibantu oleh alam hutan belantara.
Selama ini banyak film action yang bagus pernah saya tonton, tapi hanya sebagian kecil yang saya akui sebagai film aksi terbaik. Patokan saya dua hal: ide ceritanya harus membuat penasaran, dan plotnya harus cepat. Kalau alurnya lamban seperti sinetron Indonesia, saya lebih baik menonton kartun anak-anak The Legend of Aang.
Taken emang bagus baik dari cerita maupun aksinya. Sebenarnya kasihan ngelihat bapaknya yg tinggal sendirian itu, apalagi mantan istrinya gak percayaan sama dia :D
Di antara yg disebutkan di atas, Apocalypto belum nonton. Aku jg suka nonton film2 terkait sejarah gitu.
Udah nonton Centurion belum? Bagus juga :D
######
JScom: centurion, belum.