Tips menulis ‘yang gimana gitu’

Ikuti Twitter @KoranTapanuli dan Google Plus +JararSiahaan

Teknik dasar dan tips praktis untuk wartawan bagaimana cara menulis berita media cetak. Juga tips-tips menulis yang baik untuk khalayak umum seperti blogger dan penulis opini. Catatan penting: menulis berita untuk media cetak seperti koran dan majalah sangat berbeda dengan menulis konten untuk media online seperti situs blog.

Ketika pertama kali menulis di blog pada Maret 2007 saya benar-benar tidak menyadari bahwa (harus) ada perbedaan mendasar teknik menulis untuk koran dan menulis untuk media online. Kala itu saya belum tahu bahwa pembaca blog selain manusia adalah juga robot mesin-pencari. Saya menulis apa adanya seperti saya menulis berita selama belasan tahun di media cetak. Bahasa yang saya pergunakan “kurang akrab terhadap mesin Internet” (Google friendly). Penulisan judul, teras berita, dan penutup tulisan tidak menerapkan teknik optimisasi mesin pencari. Selama tahun 2007 itu saya tidak menghiraukan teknik-teknik menulis yang berkaitan dengan search engine optimization (SEO). Barulah sejak tahun 2008 saya mulai melek-SEO.

Teknik dasar jurnalistik menulis berita di media cetak tetap bisa diterapkan di media online, namun harus ada beberapa penyesuaian. Karena situs blog, forum, atau website di Internet berkaitan erat dengan robot mesin Google. Maka secara umum tips menulis yang baik untuk Internet adalah:

Menulis untuk dibaca manusia sekaligus untuk dibaca robot.

Ini adalah ilmu menulis yang bisa mudah bisa sulit. Tidak boleh berat sebelah, harus seimbang. Apabila terlalu condong menulis konten untuk Google, maka pembaca nyata, yaitu manusia, akan melihat tulisan tersebut sebagai sampah atau tumpukan kata-kunci tak bermutu. Jika cenderung menulis hanya untuk manusia, maka mesin Google akan “kurang tertarik” untuk memindainya.

Tips menulis yang baik di media online (untuk blogger)

Sebuah konten blog yang menarik bagi manusia belum tentu sama menariknya di mata Google dan Internet. Mesin pencari Google sendiri memiliki standar penilaian yang disebut sebagai PageRank. Terdapat sekitar 200 faktor atau tolok ukur yang dikalkulasi oleh Mbah Gugel untuk menentukan PageRank sebuah situs. Salah satunya berkaitan dengan bahasa: penulisan judul, kata-kata kunci, dan sejenisnya. Juga faktor yang berkaitan dengan tautan (link), kerapian coding software situs, dan persoalan konten yang dijiplak mentah-mentah (double content atau duplicate content). Tapi saya tidak akan membahas faktor-faktor PageRank sekarang.

Tips-tips menulis yang baik untuk blogger berikut ini bisa berkaitan dengan SEO tapi bisa juga tidak. Saya akan menitikberatkan pada masalah menulis dalam bahasa Indonesia.

Keyword atau kata yang ditonjolkan

Ini mirip dengan teknik siaran berita di radio: Nama orang mesti diulang sesering mungkin, dan memakai kata pengganti “dia” dengan sejarang mungkin. Menulis yang baik untuk media online seperti blog juga menerapkan teknik tersebut: Kata kunci yang ingin ditonjolkan (misalnya nama orang atau istilah lain) harus sering diulang. Tetapi jangan menumpukkan dan menulis kata-kata kunci yang tidak berkaitan dengan konten tulisan, karena robot Google akan membacanya sebagai kecurangan: keyword stuffing.

Huruf tebal dan kapital

Jangan membuat huruf-huruf tebal dan memakai font heading terlalu banyak atau terlalu rapat. Bagi mata manusia, akan dilihat sebagai penulis yang tidak profesional. Bagi robot Google, akan dicurigai sebagai trik SEO yang berupaya menipu. Pakailah huruf tebal hanya pada sub-judul, jangan di dalam kalimat (kecuali untuk tautan).

Jangan menggunakan SEMUA HURUF KAPITAL pada judul, dan hindari memakainya secara total dalam tubuh tulisan. Penulisan kapital biasanya untuk akronim. Boleh sesekali menulis huruf balok jika diperlukan, contohnya kata-kata seru. “TOLONG!” Tapi bukan “Dia MINTA TOLONG.”

Tips menulis judul yang efektif

Titel atau judul tulisan merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia blogging, selain konten yang orisinal. Seasli dan semenarik apapun isi karya tulis seorang blogger, tetapi kalau judulnya tidak efektif, maka daya pikat untuk diklik pun akan berkurang.

Coba bandingkan kedua contoh judul berikut ini. Yang pertama dibuat dengan nafsu menggebu-gebu demi SEO. Yang kedua ditulis dengan pertimbangan matang antara keperluan SEO dan kenikmatan membaca.

(-) Teknik-Teknik Menulis yang Baik, Tips-Tips Menulis yang Baik, Cara-Cara Menulis yang Baik

(+) Tips Menulis dengan Cara yang Baik dan Gimana Gitu

Beberapa saran penulisan judul pada blog:

  • Menulis judul dengan pilihan kata yang benar-benar disaring. Utamakan kata yang disukai manusia, bukan semata-mata disukai robot mesin pencari.
  • Judul di media online bisa bermakna dua hal. Yaitu judul yang muncul di halaman mesin pencari Google dan judul yang tampak di halaman situs. Keduanya bisa sama persis, tapi juga bisa diubah atau divariasikan. Yang penting: tetap berkaitan dengan konten tulisan.
  • Jangan menulis kata yang sama lebih dari dua kali pada judul.
  • Sebisa mungkin hindari pemakaian tanda titik dan titik-titik pada judul tulisan. Pakai hanya ketika benar-benar diperlukan.

Alinea pertama: tips menulis kalimat pemikat

Dalam praktik jurnalisme, paragraf pertama lazim disebut lead atau teras berita. Fungsinya sebagai pemikat, sama dengan judul. Cara menulis alinea pembuka untuk blog dan media cetak dilakukan dengan teknik pendekatan yang berbeda. Berita di koran hanya mempertimbangkan pembaca-manusia, sedangkan tulisan di blog harus juga memikat robot Google.

Cara dan pedoman menulis kalimat pertama atau paragraf pemikat:

  • Hindari kesalahan pengejaan kata dan penulisan tanda baca. Bila dalam alinea pembuka saja telah terdapat kesalahan tata-bahasa, pembaca sangat mungkin tidak lagi melanjutkan ke paragraf berikutnya.
  • Menuliskan dua-tiga kalimat berupa kesimpulan atau intisari dari konten biasanya cukup ampuh untuk menarik minat pembaca.
  • Kutipan atau kalimat langsung jarang digunakan sebagai pembuka, kecuali kalimat tersebut sangat menarik dan kuat. Contoh: “Taik kucing itu si Roy Suryo, kok beraninya dia bilang para blogger sebagai penipu dan hacker,” kata jurnalis independen Jarar Siahaan.
  • Jangan memulai tulisan dengan kalimat “Seperti telah banyak ditulis oleh rekan blogger ….” Karena pembaca akan segera berkesimpulan bahwa waktunya akan tersita sia-sia membaca tulisan yang telah basi. Orang lebih tertarik membaca konten yang segar, dan tidak akan menyimak artikel yang sudah pernah dibacanya.
  • Karena blogger juga mesti memikat robot Google, maka apapun jenis alinea pembuka tulisan sebaiknya berisi dua atau tiga keyword yang ingin ditonjolkan.

Penulisan tanda baca dan “bahasa alay”

Tips menulis yang sangat penting: Hati-hati mempergunakan tanda-baca seru, tanda tanya, dan titik-titik. Jangan diobral. Selain menyesakkan bagi mata pembaca, juga memberi kesan si penulis blog seakan baru kembali dari perjalanan panjang mengitari Planet Hantu-Belau.

Presiden SBY tidak tegas!!! Tahunya cuma mengeluh!!! Korupsi makin merajalela!!! Apa nggak malu tuh??? Jadi presiden, kok, modal tampang doang!!?? Lanjutkan korupsinya!!!

Halo sobat … sudah lama saya tidak menulis blog saya ini … tidak terasa enam bulan … semoga sobat tidak kecewa … kali ini saya mau menulis soal ngeblog ….

Akuh baru sajah membeli bajuh. C4nt1ks 84n6ets!

Menulis dengan “bahasa alay” mengindikasikan:

  • Penulis blog tersebut kemungkinan belum cukup umur.
  • Atau sudah cukup dewasa, berpendidikan, profesional kantoran, namun dengan sadar dan sukarela sengaja merusak citra dirinya sendiri sebelum dirusak oleh orang lain.
  • Kalau si penulis adalah lelaki dewasa, maka status kelaminnya pantas dikoreksi menjadi cowok. Pria dewasa menulis secara laki, bukan secara cowok yang gimanah gituh.

Tips menulis berita media cetak (untuk wartawan)

Menulis yang baik bagi seorang jurnalis tidak bisa terlepas dari kode etik wartawan. Namun pada tulisan kali ini saya hanya memfokuskan persoalan bahasa, seperti penulisan teras berita dan kalimat langsung.

Sekarang saya sedang mulai menyusun draf buku elektronik (ebook) mengenai “kiat terselubung tips-menulis: three in one.” Kalau semuanya lancar, mungkin dua-tiga bulan ke depan sudah rampung. Buku tersebut akan saya berikan secara gratis untuk diunduh khusus bagi pembaca yang telah berlangganan sindikasi Blog Jarar Siahaan via email.

Menulis nama orang

Berbeda dengan menulis untuk media Internet, menulis nama orang yang sama dalam sebuah berita media cetak harus sejarang mungkin. Repetisi yang terlalu sering akan menyita kolom koran yang terbatas, juga bisa “memperlambat” proses membaca. Maka jika pada paragraf pertama dan kedua telah ditulis “Bupati Toba Samosir Kasmin Simanjuntak,” pada alinea berikutnya cukup ditulis sebagai “dia” atau “Bupati” atau “Kasmin Simanjuntak”.

Penulisan gelar atau titel cukup hanya sekali, yaitu di bagian pertama. Prof. DR. Ir. Orang Pintar, MSc tidak perlu diulang pada alinea-alinea berikutnya, kecuali ada pesanan sponsor atau dalam bentuk iklan advertorial.

Tips menulis dan memilih lead yang tepat

Ada belasan jenis intro atau teras-berita yang dikenal dalam teknik jurnalistik. Kalau salah memilih, pembaca bisa segera membalik lembaran koran untuk mencari berita lain yang lebih menarik.

Lead tulisan straight news (berita biasa) yang paling jamak adalah Lead Ringkasan atau Lead Pasak. Inti-berita langsung ditonjolkan pada paragraf pertama. Contoh:

Mantan Bupati Toba Samosir, Monang Sitorus, dimasukkan ke rutan kemarin oleh Kejaksaan Negeri Balige dalam statusnya sebagai tersangka dugaan korupsi dana APBD Rp3 miliar.

Sebaliknya jenis tulisan bukan-berita-biasa semacam feature dan liputan mendalam tidak menggunakan teknik Lead Ringkasan.

Pedoman umum tips menulis teras berita untuk wartawan media cetak:

  • Pantang memulai lead dengan kalimat “Sebagaimana kita ketahui” atau “Seperti yang telah diberitakan sebelumnya.”
  • Haram menulis teras berita dengan anak kalimat, istilah asing, dan kata keterangan.
  • Super-haram meniru anak SD yang belajar mengarang dalam format kalimat “Pada suatu hari, kami berlibur ke rumah nenek, di sana kami memanjat pohon jambu, lalu adik terjatuh, dan kemudian dia dibawa ke puskesmas.” Jurnalis yang baik mesti kreatif membuka tulisannya, tapi jangan kelewat kreatif sampai-sampai memerkosa fakta.

Tips menulis berita yang baik: ceritakan, jangan katakan

Media cetak luar negeri, misalnya majalah Time dan The New Yorker, sering menulis pada dateline-nya: “Story by John” atau “News Story by….” Story yang dimaksud bukanlah cerita fiksi. Wartawan di sana menulis berita dengan teknik bercerita, gaya bertutur, sehingga lebih hidup dan lebih enak dibaca. Di Indonesia gaya penulisan seperti ini pertama kali diterapkan oleh majalah Tempo.

Aliran jurnalisme yang benar-benar menggunakan gaya berkisah fiksi secara total adalah jurnalisme sastrawi, sebuah genre menulis berita yang sangat sulit dan hanya sedikit jurnalis yang mampu mengerjakannya. Dulu majalah Pantau (kini tidak terbit lagi) menyebutnya sebagai teknik menulis yang “panjang, dalam, dan terasa.”

Menulis dengan kata kerja untuk menceritakan kata sifat

Wartawan yang biasa-biasa saja menulis banyak kata sifat dalam beritanya. Jurnalis yang tidak biasa akan berupaya keras menggantikannya dengan kata kerja.

(-) Wanita yang miskin itu sudah berhari-hari sakit.

(+) Wanita itu tinggal dalam gubuk 3×4 meter. Bajunya tidak lebih dari tiga pasang. Sudah empat hari dia batuk-batuk, kelopak matanya semakin cekung. Ia hanya terbaring, kakinya tidak kuat berdiri.

Tips menulis kalimat langsung

Wartawan pemalas akan banyak mengutip kalimat langsung dalam naskah beritanya. Kalimat langsung yang mendominasi berita akan gagal menarik minat pembaca. Selama karir jurnalistik saya tidak pernah menulis lebih dari 20 persen kalimat langsung dari keseluruhan konten berita.

Tulislah kalimat langsung yang pendek. Pilih dengan cermat bagian mana dari ucapan narasumber yang menarik untuk dikutip. Contoh:

“Jarar Siahaan itu orangnya sok tahu, mentang-mentang wartawan,” kata seorang blogger anonim yang selama ini mengaku sebagai pengajar kursus menulis yang jempolan.

Kalimat kutipan di atas menarik karena singkat; ucapan selanjutnya oleh narasumber ditulis dalam bentuk kalimat tidak langsung. Namun jika semua perkataan narasumber dikutip utuh dalam bentuk kalimat langsung, maka justru akan kehilangan daya pikat:

“Jarar Siahaan orangnya sok tahu, mentang-mentang dia wartawan. Mengapa saya katakan demikian, karena dia sering mengkritik wartawan lain seolah-olah dia lebih hebat. Padahal dia itu, kan, kabarnya hanya tamatan SMA di Balige. Sementara banyak jurnalis media nasional di Jakarta ini yang bergelar S2, tapi mereka tidak menulis seperti Jarar. Seharusnya dia low profile, tidak usah mengumbar kepintarannya. Menurut saya lebih baik seperti kalimat bijak yang mengatakan diam itu adalah emas,” katanya.

Tips menulis judul berita

Jurnalistik adalah ilmu sosial-politik, karenanya ia dinamis dan bertumbuh. Tidak statis seperti ilmu-pasti satu ditambah satu sama dengan dua.

Sekarang sudah tidak zamannya lagi menulis berita dengan judul yang “lengkap dan jelas.” Judul berita di media cetak bisa hanya tiga kata, bahkan satu kata, tanpa subjek pun boleh, tapi harus ekstra cermat supaya tidak kehilangan nilai jual. Kata yang dipakai mestilah sangat kuat. Dan itu tidak ada teorinya. Hanya wartawan dan redaktur berpengalaman yang mampu menulis judul menarik tanpa menggaruk-garuk kepala dan menghabiskan satu batang rokok.

» Oleh JararSiahaan.com, yang sering hanya mengisap tiga-empat kali rokoknya karena tangannya tidak berhenti pada tuts komputer. Bagi saya tidak ada teori-baku tips menulis yang baik. Jika blogger dan wartawan menggunakan otaknya untuk tidak bosan mencoba-dan-gagal, ia pasti berhasil menjadi penulis yang baik. Jangan percaya kalau ada yang mengatakan bahwa menulis itu sulit, dan ia memiliki “rahasia menulis yang begini dan begitu.” Kebanyakan cerpenis, novelis, jurnalis, dan blogger hebat di dunia tidak pernah belajar ilmu menulis secara formal. Mereka belajar sendiri secara otodidak.

About Jarar Siahaan

+Jarar Siahaan adalah Pemimpin Redaksi Koran Tapanuli, tinggal di Balige, Kabupaten Toba Samosir. Ikuti pendapatnya tentang menulis dan bahasa di facebook.com/menuliskalimat atau situs Menulis Kalimat.
This entry was posted in Menulis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Tips menulis ‘yang gimana gitu’

  1. Pan Marbun says:

    Horas. Arahan yang baik dari Jurnalis Independent blognya tidak sarat dengan Commercial. Pak ini kebingungan yang tidak belakang jurnalist. Ingin menulis yang enak tapi diminati SEO. Daripada pusing … tulis yang enaklah.
    # jarar siahaan: horas. anda benar, menulis yang enak sajalah dulu, “seenak perut” kita, soal seo bisa dipelajari kemudian. jangan terbalik.

  2. Martua Sirait says:

    Terimakasih Lae! Sangat bermanfaat!

  3. Esy says:

    Terimakasih Pak, “tulisannya panjang, dalam dan terasa.” :) Menambaha pengetahuan saya yang baru belajar nulis.