Film aksi terbaik sepanjang masa. Film spionase tentang mata-mata wanita terbaik CIA. Anak, sahabat, ayah, ibu, dan saudara tiri, semuanya mata-mata, dan saling mencurigai. Penuh kejutan di setiap episode. Pernah diputar televisi swasta Indonesia sepuluh tahun lalu. Mampukah sineas Indonesia membuat serial televisi sehebat “Alias“?
“Alias” adalah film spionase (mata-mata) dengan genre fiksi-sains. Jalan ceritanya meliuk-liuk, dengan tempo sangat cepat. Lokasi berpindah-pindah di beberapa negara, mulai istana presiden hingga padang pasir. Teknologi yang dipakai lebih canggih daripada perangkat James Bond.
Misi para agen CIA dan musuhnya sama: Menemukan dan memecahkan rahasia kehidupan di balik artefak kuno Rambaldi.
Jennifer Garner, pemeran utama, adalah mahasiswi pintar dan pemberani yang direkrut menjadi agen CIA. Setelah sekian lama, akhirnya dia tahu bahwa ayahnya ternyata adalah juga agen dengan jabatan penting di CIA. Bukan hanya itu: ayahnya adalah agen-ganda! Untuk CIA dan SD-6!
Bukan hanya di situ intrik dan kejutan film serial “Alias”. Ibu dia, yang telah lama dikabarkan mati, rupanya masih hidup. Dan … wanita itu pun adalah agen — musuh CIA, musuh yang harus diburu oleh Jennifer sendiri!
Jennifer pernah secara terpaksa harus mengatakan kepada pacarnya bahwa dia adalah mata-mata. Tidak lama kemudian, pacarnya itu pun dibunuh oleh agensi, lembaga di mana Jennifer bekerja dan mengabdi. Agen yang membunuh tunangannya itu adalah … ayahnya sendiri, pejabat teras CIA!
Alias, film televisi terbaik sepanjang masa, tentang spionase CIA (video Youtube)
Sahabat terbaiknya, seorang wartawan koran, pun dibunuh oleh agensi.
Perburuan artefak kuno Rambaldi membawa Jennifer bertemu dengan ibunya, yang bekerja sebagai spionase lawan, yang ternyata masih hidup.
Saudari tirinya — yang sengaja digilakan dan disembunyikan — ternyata adalah juga seorang mata-mata yang diperebutkan oleh CIA dan SD-6. Otak saudarinya itu menyimpan memori untuk memecahkan misteri artefak kuno Rambaldi yang berisi kode-kode rahasia karya Leonardo Da Vinci dan peramal Nostradamus.
Klik untuk membaca artikel mengenai buku peramal Nostradamus.
Bila menonton film bersambung ini lewat DVD, kita mesti menekan tombol “Pause” jika harus ke kamar mandi. Karena pada setiap menit adegannya, bahkan detik, ada kejutan-kejutan.
Plotnya berjalan sangat cepat! Penuh intrik!
Film spionase CIA terbaik yang memuaskan dahaga penonton akan kejutan bermutu — bukan kejutan “kamera zoom in-zoom out” ala sinetron Indonesia!
Sebarkan artikel ini ke akun Facebook atau Twitter anda dengan mengeklik ikon F atau T di bawah.