[Blog Jarar Siahaan] — Tips menulis: tanda baca dalam bahasa Indonesia. Pemakaian tanda seru di akhir kalimat dapat menciptakan efek “hangat dan bersahabat.” Penggunaan tanda baca seru bukan hanya dalam kalimat perintah. Hati-hati: Jangan menulis tanda seru dalam karya tulis ilmiah atau jurnal.
Sejak di bangku sekolah kita mempelajari bahwa tanda baca seru (!) jamaknya digunakan pada:
- kalimat perintah
- kalimat atau ungkapan berupa seruan.
Contoh pemakaian tanda baca seru dalam kalimat perintah
“Hei! Kalian semua, ke sini! Cepat!”
Penulisan tanda seru dalam kalimat seruan dan menunjukkan rasa kaget
Merdeka!
Lanjutkan!
Tolong!
“Ya, ampun! Harga baju itu sampai Rp10 juta!”
Memaksimalkan penggunaan tanda baca dalam bahasa Indonesia
Selain dalam kalimat perintah atau ungkapan berisi seruan, tanda baca seru juga dapat dipakai untuk memperlihatkan keseriusan, kehangatan, atau keakraban pada orang yang diajak berkomunikasi.
Bandingkan kedua kalimat berikut ini, misalnya jika ditulis lewat email atau sms ponsel:
Aku tidak berencana menonton film itu. Tapi kalau besok kamu pergi ke bioskop, kabari aku, ya.
Aku tidak berencana menonton film itu. Tapi kalau besok kamu pergi ke bioskop, kabari aku, ya!
Perhatikan: Semua kata dan susunan kedua kalimat tersebut adalah sama persis, yang membedakan hanya pemakaian tanda seru di akhir kalimat. Contoh kalimat kedua terasa lebih hangat — lawan bicara akan merasa lebih intim membacanya. Sedangkan kalimat pertama (bisa) terkesan berisi basa-basi semata.
Menulis tanda seru yang benar dan yang salah
Stop! Buang sampah di jalan raya. [Salah.]
Stop buang sampah di jalan raya! [Benar.]
Pada contoh pertama, orang disuruh untuk: berhenti dulu, kemudian agar membuang sampah di jalan raya.
Ayo, tendang yang kuat!!!! Gol!!!! Horeee!!!!! [Salah.]
Cara menulis tanda baca seru seperti saya contohkan di atas sangat sering muncul di situs-situs Internet, khususnya media sosial semacam Facebook, Twitter, atau Google Plus.
Tanda seru cukup ditulis satu kali pada akhir kata atau kalimat. Tidak perlu sampai berkali-kali. Dengan satu tanda seru saja, pembaca sudah tahu bahwa kalimat itu menunjukkan rasa kaget, girang, atau perintah.
Jangan menulis terlalu banyak tanda seru … nanti pembaca bisa “terkena stroke.” Menulis tanda seru seperti itu juga menunjukkan penulisnya tidak profesional.
Maka yang benar adalah:
Ayo, tendang yang kuat! Gol! Horeee!
TIPS: Jangan memakai tanda seru dalam tulisan formal atau karya akademis. Itu pantang!
Baca juga artikel menarik: Bahasa Indonesia yang baku (tiga sendi berbahasa yang baik).