Tanda baca koma selamatkan nyawa Ibu!

Ikuti Twitter @KoranTapanuli dan Google Plus +JararSiahaan

menulis tanda baca komaPenulisan tanda baca koma yang benar sesuai EYD. Contoh pemakaian tanda koma yang salah.

Mungkin anda tidak percaya kalau saya menulis bahwa satu tanda baca koma dapat mengakibatkan seseorang digugat ke pengadilan, atau mendapat masalah, atau bahkan pembunuhan! Saya akan memberikan buktinya pada artikel ini.

Penulisan tanda baca koma yang benar

Fungsi tanda baca koma cukup banyak. Tiga di antaranya ialah:

1) Memisahkan unsur-unsur dalam pemerincian.

Dia suka menulis berita mendalam, artikel opini, puisi, dan cerpen.

2) Memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat.

Jika tidak rajin membaca, kamu tidak akan pintar.

3) Memisahkan keterangan tambahan di tengah kalimat.

Bill Kovach, penulis buku 9 Elemen Jurnalisme, dijuluki sebagai “nabi jurnalistik” Amerika.

Pemakaian tanda baca koma yang salah

Penulisan tanda koma pada kalimat berikut adalah salah.

Kamu tidak akan pintar, jika tidak rajin membaca.

Karena anak kalimat mengikuti induk kalimat, maka penulisan yang benar ialah tanpa tanda koma.

Kamu tidak akan pintar jika tidak rajin membaca.

Tanda koma bisa timbulkan masalah hukum!

Saya contohkan, judul berita koran yang seharusnya adalah

Preman tukang tikam, Pak Kapolres!

Tapi ditulis tanpa tanda baca koma sebagai

Preman tukang tikam Pak Kapolres!

Makna kalimat pertama: Media melaporkan kepada Kapolres bahwa ada preman tukang tikam.

Makna kalimat kedua: Berita bahwa ada preman yang menikam Kapolres.

Bisa anda lihat, kan, kedua kalimat itu berubah makna hanya gara-gara satu tanda koma.

Perhatikan juga contoh kalimat yang saya tulis pada gambar di awal artikel ini.

Mari kita makan Ibu!

Gawat! Mereka hendak menyantap Ibu!

Mari kita makan, Ibu!

Ibu diajak untuk makan bersama. Inilah penulisan yang benar.

Syukurlah, berkat tanda baca koma, nyawa Ibu terselamatkan!

  • Klik untuk membaca: Penulisan tanda seru.
  • Tertarik membagikan artikel ini kepada teman anda? Klik simbol Facebook (F) atau Twitter (T) di bawah.

About Jarar Siahaan

+Jarar Siahaan adalah Pemimpin Redaksi Koran Tapanuli, tinggal di Balige, Kabupaten Toba Samosir. Ikuti pendapatnya tentang menulis dan bahasa di facebook.com/menuliskalimat atau situs Menulis Kalimat.
This entry was posted in Bahasa Indonesia and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.