Jarar Siahaan » Apa perbedaan kata “wanita” dan “perempuan”? Banyak orang akan marah jika disebut “betina”, tapi di beberapa provinsi di Indonesia justru betina yang dipakai sebagai “sapaan resmi” untuk menyebut kaum wanita.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata wanita ialah “perempuan dewasa”. Sedangkan makna kata “perempuan” adalah:
Orang (manusia) yang mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui. Betina (khusus untuk hewan).
Dalam karir kepenulisan, baik selama menjadi wartawan koran maupun sebagai blogger, saya menggunakan kedua kata itu secara bergantian. Tapi secara pribadi saya lebih senang dengan pilihan kata perempuan ketimbang wanita. Sama halnya, saya pun lebih suka memakai kata “lelaki” atau “laki-laki” daripada kata “pria”.
Setahu saya dari pelajaran yang diajarkan oleh guru bahasa Indonesia di bangku SMA dulu, sebenarnya kata asli Indonesia adalah perempuan, bukan wanita. Tahun 1928 diadakan Kongres Perempoean Indonesia, bukan Kongres Wanita Indonesia. Kata perempuan adalah asli berasal dari bahasa Melayu. Sedangkan kata wanita, juga kata pria, merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta.
Namun dalam perkembangan bahasa Indonesia, saat ini kita lebih sering melihat pemakaian kata wanita dan kata pria dibandingkan penggunaan kata perempuan dan kata laki-laki atau lelaki. Banyak orang berpendapat, wanita dan pria lebih terhormat dan lebih santun ketimbang memakai perempuan dan lelaki.
Kalau saya secara pribadi melihat kedua hal itu sama saja. Saya tidak merasa seseorang akan direndahkan martabat, harga diri, atau status sosialnya jika dipanggil dengan sebutan perempuan atau laki-laki. Pun sebaliknya, saya tidak akan merasa diri saya lebih disanjung atau lebih dihormati ketika disapa sebagai pria.
Sampai saat ini di beberapa daerah di Indonesia, kata perempuan “yang lebih asli Indonesia”, yaitu “betina”, masih dipakai dalam komunikasi lisan sehari-hari. Sebutlah sebagai contoh di kawasan Riau dan Palembang. Orangtua di pelosok Riau akan berkata, “Anak saya dua jantan, satu betina.” Bukan dua laki-laki, satu perempuan. Orang Palembang menyebut “betino” (dengan huruf O) untuk memaksudkan perempuan.
Lalu menurut anda, kata mana yang sebaiknya dipakai dalam organisasi semacam ini: Dharma Wanita atau Dharma Perempuan, Pemberdayaan Wanita atau Pemberdayaan Perempuan?
Sekali lagi, apa perbedaan makna kata wanita dan perempuan?
Harimurti Kridalaksana, seorang guru besar di Universitas Indonesia, pernah menulis artikel di Kompas bahwa kata wanita memiliki arti yang lebih halus, lebih baik, dan lebih terhormat daripada kata perempuan.
Kalau begitu, mengapa selama ini selalu dipakai istilah “wanita tuna susila” (WTS) dan kenapa bukan “perempuan tuna susila”?
jadi molo au manukkun ???
kalau ada perbedaaan , menurut aku pastilah ada perbedaan.
Yang diatas salah ketik bang.
Ininya maksut aku :
Kalau ada perbedaan, pasti ada persamaan.
Kalau ada betulnya aku bisa minta artikel Abang ini di buat versinya lagi ngak …
Buat tantangan aja ..
Heheheee :) :)
H O R A S !!!
######
JScom: persamaannya: wanita dan perempuan sama-sama bukan laki-laki. :)