Bahasa menunjukkan (karakter) bangsa, begitu katanya. Sekarang saya ingin menawarkan peribahasa baru: pencarian di Google menunjukkan bangsa.
Mesin pencari Google Indonesia tentulah tidak merekayasa. Setiap kata kunci yang diketikkan oleh pengguna akan diingat olehnya. Kata-kata itu kemudian dikalkulasi dan dijadikan sebagai saran yang akan dimunculkan secara otomatis, tergantung kata atau frasa mana yang paling dicari. Jumlah saran dari Google itu biasanya maksimal sepuluh item.
Satu jam yang lalu saya menuliskan kata kunci “bagaimana cara” di Google Indonesia. Dari sepuluh item saran yang muncul, posisi paling atas adalah “bagaimana cara membuat anak”. Makjang! Mudah-mudahan saja yang mencari cara bikin anak itu adalah orang-orang dewasa, seperti suami-isteri, jangan pula anak sekolah. Tapi saya jadi berpikir pula, kok orang dewasa tidak tahu cara membuat anak! :)
Lalu muncul pencarian “bagaimana cara menghipnotis”. Pantas saja sering terbit berita di koran atau televisi mengenai kejahatan dengan hipnotis.
“Bagaimana cara menjadi hacker” adalah termasuk yang paling sering dicari di Google.
Yang bikin saya heran adalah “bagaimana cara menilai karyawan”. Yang ini pasti bosnya lagi bingung, atau memang bos bego. Kok, bisa-bisanya jadi atasan kalau tidak mampu menilai staf.
“Bagaimana cara mendownload video dari Youtube.” Kalau yang satu ini dulu pernah saya tulis di Blog Berita. Pada artikel itu anda bisa membaca tidak hanya cara download video Youtube tapi juga bagaimana cara mengunduh audio atau suara saja dari situs Youtube, tanpa ikut gambarnya, misalnya saat anda menemukan video klip lagu favorit di Youtube.
Kalau saya menuliskan kata pencarian “bagaimana cara” dalam versi bahasa Inggris, “how to”, maka yang disarankan Google adalah kata-kata kunci yang berkaitan dengan resep makanan. Seperti bagaimana cara membuat pizza, cara bikin es krim, cara buat nasi goreng. Tidak ada muncul cara membuat anak. Tahu mengapa?
orang Inggris mana mau bikin anak, maunya berzina aja tanpa ngelahirin anak!
hahahahaahaa….sebab org eropa gk pernah mikir cara bikin anak! tp bagaimana bikin enak.
Kata kuncinya bagaimana bikin enak tanpa resiko.